Langsung ke konten utama

Postingan

Vintage mirror 2: The Neverland

Seorang gadis 12 tahun terlihat berjalan bersama seorang wanita berambut pirang bak Princess Aurora. Mereka berdua sampai di sebuah tanaman mistletoe yang menjuntai ke tanah bak tirai. Beatrice membuka tirai tersebut, tampaklah pemandangan mengejutkan bagi Holly, gadis kecil di sampingnya.  Negeri dongeng telah di depan mata Holly.  "Bercanda! Ini bukan dunia tipu tipu, maksudku selamat datang di The Neverland, sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin" Holly dan Beatrice melangkah masuk. Bruk! Holly terduduk di tanah. "Kau baik baik saja?" tanya Beatrice terkejut.  "Indah sekali" gumam Holly. "Jadi teringat dongeng yang dulu dibaca ibu sebelum tidur" "Ehm, maaf Holly. Aku hanya bisa menemanimu sampai disini, kau bisa berteman dengan penghuni negeri ini. Kuyakin kau suka" Beatrice menyodorkan tongkat mawar ke tangan Holly.  "Tapi pulanglah setelah senja, karena mistletoe akan menutup gerbang negeri ini" pesan Beatrice. ...

Music Box

Benar benar sejarah yang indah. Seperti ketika membersihkan gudang, aku menemukan sebuah kotak musik klasik didalam sebuah kardus, di dekat gramofon tua peninggalan ayah. Kotak musik itu masih bagus walau diselimuti debu. Aku meletakkan sapu dan memegang kotak musik itu, terkejut. Pasalnya kotak musik itu adalah hadiah ulang tahunku yang ke tujuh. Pemberian ibuku saat aku memenangkan kontes The Little Ballerina yang aku ikuti. Ya, aku sangat menyukai Balet, juga disekolah aku mengikuti kelas Balet. Bahkan aku bercita cita ingin menjadi seorang Balerina. Seperti pada kotak musik ini. Kotak musik cantik dengan patung seorang ballerina yang akan berputar putar jika dimainkan. Anyway, kukira benda ini sudah lama hilang, hingga akhirnya aku menemukannya kembali, digudang ini.  Aku yang detik itu juga ingin sekali berbicara pada ibu atas penemuan benda kesayanganku itu. Tapi sekarang aku hanya bisa terduduk di gudang karena ibu belum pulang dari pekerjaannya.  Aku memutar mutar kunc...

vintage mirror

H olly, gadis hobi fashion dan anti kotor itu kini   memulai  hidup di rumah baru yang akan ia   tempati. Tadi pagi ia dan keluarganya baru saja pindah dirumah besar itu. Rumah klasik bertingkat dua yang cukup besar dari rumah lamanya itu membuat Holly mengeluh. Bahwasanya rumah itu jauh dari keramaian kota. Pekerjaan baru ayahnya terpaksa membuat Holly pindah ke tempat terpencil, membuatnya semakin merasa kesepian.  Siang itu, selepas membantu orang tuanya berberes rumah, Holly melepas lelah berbaring ditempat tidur sembari menatap kekosongan. Bosan. Akhirnya ia bangkit dan berencana akan berkeliling daerah tempat itu untuk mengusir kebosanan.  Mula mula Holly menyusuri isi rumahnya. Cukup mewah dan modern bila ditambah cat lagi.   Ketika melewati dapur, Holly menemukan pintu yang belum sempat ia masuki. Holly segera saja melangkah ke ruangan itu dan yang ia lihat ada tangga mengarah kebawah. Sepertinya ruang bawah tanah. Tempat gelap itu cukup membuat bul...