Langsung ke konten utama

The Lovely Bones

Namaku Salmon. Seperti nama ikan. Nama depanku adalah Susie. Aku terbunuh pada tanggal 6 Desember 1973.


...



Saat itu awal musim dingin di bulan Desember, masih tersisa daun daun kering sisa musim gugur. Ketika hari sudah petang, aku pulang dari sekolah menempuh jalan yang dekat menuju rumahku. Dari sinilah semua kebahagiaanku terenggut ketika bertemu seorang pria yang merupakan tetanggaku. Mr. Harvey namanya. Aku bertemu dia tepatnya di area ladang jagung yang kebetulan sepi.


Mr. Harvey menyapaku kemudian membujukku dengan alasan melihat hasil karya yang baru saja dibuatnya. Sebuah ruangan bawah tanah di tengah ladang tandus tersebut. Sekilas memang tak ada yang dikhawatirkan. Setahuku Mr. Harvey tinggal sendiri dirumahnya. Pekerjaannya membuat boneka boneka untuk anak anak. Kupikir tak ada salahnya jika melihat sebentar hasil karya Mr. Harvey tersebut.


Ketika masuk ke ruangan itu, Mr. Harvey dengan gembiranya menunjukkan pajangan serta boneka yang dibuatnya. Ketika merasa aku harus pulang ke rumah karena hari mulai malam, Mr. Harvey melarangku dan mengatakan aku tidak sopan. Gelagatnya membuat perasaanku tidak enak.


Aku melihat ke arah tangga tempat keluarnya ruang bawah tanah ini. Seketika aku melengos begitu saja dari hadapan Mr. Harvey dan berlari menuju tangga. Melihat tingkahku, Mr. Harvey mengejarku dan menarik tubuhku yang sudah mencapai tangga.


***


Brukk!! Aku menendang wajah pria itu dan akhirnya berhasil keluar. Diluar langit sudah gelap. Aku langsung berlari menuju rumahku. Tak ingin memastikan keluargaku khawatir menungguku dirumah. Namun aku dapat merasakan aura yang tak biasa disekitarku. Disini sama sekali tidak ada orang yang kujumpai. Benar benar sunyi dan aneh.


Di tengah jalan, aku melihat ayahku. Aku langsung berteriak memanggil ayah, namun ayah menghilang dari pandanganku. Aku bingung, kemudian berlari menuju rumah. Rumahku tampak sepi dan aura mencekam kembali menyelimuti. Aku mendengar suara ibuku yang tengah berbicara dengan seseorang. Aku mencari cari keberadaan ibu, namun tak kutemukan. Aku tak mengerti apa yang terjadi. Dimana semuanya? Kenapa seolah olah hanya aku sendiri disini?


Aku menemukan pintu yang bercahaya. Berharap mendapati kehadiran ibu. Namun aku justru mendapati ruangan yang sangat kotor. Lumpur bercampur darah berserakan dilantai. Aku melihat wastafel yang ternodai darah. Juga terdapat sebuah gelang disana, yang tak lain adalah milikku. Di sebuah bathup aku melihat sosok yang sangat kubenci. Mr. Harvey duduk didalamnya dan menatap ke arahku. Detik itu aku langsung berteriak histeris.


...


Namaku Salmon. Seperti nama ikan. Nama depanku adalah Susie. Aku terbunuh di usia empat belas tahun pada tanggal 6 Desember 1973.


...


Aku mendapati diriku terbangun disebuah tempat asing. Namun tempat ini sangat indah. Bukit yang membentang luas, burung burung berterbangan menghiasi langit cerah, dan padang rumput yang luas. Tapi dimana aku? 


Kemudian datang seorang gadis seusiaku. Aku bertanya siapa dirinya dan dimana kami berada. Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Holly. Holly bilang, diriku sudah meninggal, hanya arwahku yang terjebak di antara dunia dan surga. Namun aku tetap dapat memperhatikan orang orang sekitarku termasuk ayah, ibu, kedua adikku, beserta Ray, pemuda yang kucintai disekolah.


Holly mengajakku mendekati sebuah pohon kehidupan yang berada ditengah tengah padang rumput. Disana aku berjumpa dengan orang orang yang juga merupakan korban Mr. Harvey. Kebanyakan seorang wanita yang masih dibawah umur. Termasuk Holly yang juga merupakan korban Mr. Harvey sebelumnya.


Rupanya ide untuk menempuh jalan pintas menuju rumahku waktu itu menjadi sebuah tragedi buruk. Aku tak menyangka hari itu menjadi hari terakhirku. Ternyata aku tidak berhasil kabur dari ruang bawah tanah terkutuk itu. Saat pria itu menarik tubuhku, memperkosaku, hingga aku tewas ditangannya. Tubuhku dipotong potong kemudian dimasukkan ke sebuah brankas besi disana. Hingga saat ini jasadku masih terkurung disana. Hasil pencarian orang tuaku beserta polisi tidak membuahkan hasil. 


...


Namaku Susie Salmon. Aku tinggal di pinggiran kota Pennsylvania. Aku dibunuh oleh tetanggaku sendiri yang ternyata seorang psikopat. Aku tewas di usia empat belas tahun pada tanggal 6 Desember 1973.


...


Aku sadar aku sudah berbeda dimensi saat keluar dari ruang bawah tanah itu. Semua orang tak dapat melihatku, jiwaku sudah terpisah dari raga. Aku terjebak di antara dua dunia, di duniaku sendiri dan surga. Dengan ditemani Holly, aku berusaha memberi petunjuk pada keluargaku mengenai pelaku yang menghancurkan kebahagiaanku dan masa depanku. Aku tak terima mati begitu saja dan bersumpah membuat hidup pria itu tidak tenang. Semua itu aku dapat menonton dari surga kecilku.


Suatu saat ketika ayah dan adikku Lindsey, mulai mencurigai Mr. Harvey. Ketika Lindsey mulai menyelinap ke rumah Mr. Harvey dan menemukan sebuah buku rahasia milik pria itu. Atas laporan penemuan Lindsey itu, rumah Mr. Harvey mulai di kerubungi polisi, namun sayangnya pria itu sudah melarikan diri dari rumahnya.


Jangan lupakan brankas besi yang berisikan jasad menyedihkanku. Pria itu sudah membawanya dan membuangnya ke tempat pembuangan. Ruth, kebetulan kediamannya dekat dengan tempat pembuangan itu, mulai mencurigai brankas yang dibuang Mr. Harvey. Juga ada Ray disana, gadis itu mulai dekat dengan Ray. Seketika arwahku merasuki raga Ruth. Disana Ray dapat melihat wajahku dan mencium bibirku untuk terakhir kali.



Namaku Susie Salmon. Aku meninggal dan arwahku yang tak tenang cukup puas melihat pelaku ku tewas terjatuh dari tebing karena tertimpa bongkahan salju, setelah saat ia membuang potongan tubuhku walau jasadku tak pernah di temukan.


...


The End















Inspired by Film 'The Lovely Bones 2009'

Story by Alice Sebold

Re story by Carissa A Kurniawan










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepatu balet dan petualangan dalam film

  Kembali ke dunia perbukuan! Gambar di atas merupakan salah satu karya finalis lmcr atau lomba menulis cerita remaja pada tahun 2011. Sudah lama ya. Dan sudah dibukukan. Judulnya sepatu balet dan petualangan dalam film, dari judulnya saja sudah menarik perhatian saya. Cerpen ini karya kak Nina, cerita kak Nina menduduki top 2 dari ke 15 cerpen di buku ini. Keren ya, sekeren judulnya.  Saya lihat buku ini harus bertema kejujuran, tentu saja. Wah imajinasi kak Nina memang luar biasa, speechless membacanya. Waktu itu kak Nina masih SMP.  Saat membaca judulnya, saya mengungkap kalau cerita ini pasti fantasi. Benar saja, fantasi bukan sembarang fantasi. Fantasi termasuk genre favorit saya setelah horror.  Cerita ini mengisahkan seorang anak perempuan yang mengalami petualangan hebat dari film ke film berkat sebuah sepatu balet yang ia kenakan disaat hari ulang tahunnya. Yang saya suka disana ada adegan film Harry Potter. Kak Nina pasti terinspirasi dari film tersebut, ka...

Orphan First Kill

Kamu percaya gak kalau kamu melihat anak kecil tapi sebenarnya dia sudah berusia dewasa? Aku contohnya, aku sudah berusia tiga puluh tahun, tapi ukuran tubuhku bisa dibilang seperti anak kecil. Aku akan terus berbeda dari orang lain karena penyakit yang aku derita. Namaku Leena, orang orang mengira aku anak kecil, padahal aku seorang wanita dewasa, aku wanita yang malang. Sekarang aku tinggal di sebuah rumah sakit jiwa di Estonia, 'saarne institute' Orang orang itu menarikku dan mengekangku di dalam psikiatri ini, dan bilang kalau Aku gila, Aku tak terima, Orang orang itu membuatku semakin gila, aku suka membanting barang apa saja ketika Aku mengamuk dan memberontak, bahkan mereka memberiku jaket pengekang, entah apa gunanya, jaket sialan ini, aku tak ingin mengenakannya, aku berusaha melepasnya hingga meninggalkan bekas luka di leher serta pergelangan tanganku. Soal tubuh kecilku, aku sebenarnya menderita kelainan hormon tubuh, 'hipopituitarisme' namanya, yang membuat ...